1. Gejala Umum
Gejala umum yang nampak pada orang yang terinfeksi virus corona yakni
meliputi demam, batuk kering, kelelahan, dan sulit bernapas. Memang,
gejala ini memiliki kemiripan dengan flu biasa. Sebab, virus corona
covid-19 ini adalah virus yang menyerang sistem pernapasan pada tubuh
manusia.
Gejala umum yang lain sebagai ciri awal seseorang dikatakan terinfeksi virus corona adalah adanya gangguan pada sistem pencernaan.
Beberapa gejala tersebut dapat muncul pada hari kelima atau ketujuh setelah seseorang terpapar virus ini.
Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga kesehatan agar tidak mudah tertular virus corona dengan menerapkan pola hidup bersih, rajin mencuci tangan, dan rutin melakukan aktivitas fisik.
**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.
Gejala umum yang lain sebagai ciri awal seseorang dikatakan terinfeksi virus corona adalah adanya gangguan pada sistem pencernaan.
Beberapa gejala tersebut dapat muncul pada hari kelima atau ketujuh setelah seseorang terpapar virus ini.
Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga kesehatan agar tidak mudah tertular virus corona dengan menerapkan pola hidup bersih, rajin mencuci tangan, dan rutin melakukan aktivitas fisik.
**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.
2 dari 5 halaman
2. Demam Tinggi
Demam
adalah reaksi normal tubuh manusia untuk merespon adanya patogen
seperti kuman, bakteri, dan virus yang masuk. Tak terkecuali dengan
virus corona.
Melalui demam tinggi, seseorang dapat dicurigai terinfeksi COVID-19 apabila telah terjadi kontak dengan pasien positif maupun yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah pandemi.
Anda dapat mengukur suhu tubuh dengan menggunakan termometer atau alat pendeteksi termal. Selain itu, tetap lakukan tindakan pencegahan seperti isolasi diri apabila terjadi demam tinggi setelah Anda bepergian.
Melalui demam tinggi, seseorang dapat dicurigai terinfeksi COVID-19 apabila telah terjadi kontak dengan pasien positif maupun yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah pandemi.
Anda dapat mengukur suhu tubuh dengan menggunakan termometer atau alat pendeteksi termal. Selain itu, tetap lakukan tindakan pencegahan seperti isolasi diri apabila terjadi demam tinggi setelah Anda bepergian.
3 dari 5 halaman
3. Diare
Menurut
penelitian terbaru mengungkapkan bahwa diare dapat menjadi gejala awal
yang nampak pada seseorang apabila terinfeksi virus corona. Meskipun
seseorang telah terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala seperti batuk,
sesak napas, dan demam, masih dapat pula terjadi gejala yang lain yakni
diare.
Namun, penelitian juga mengungkapkan bahwa tidak semua gejala diare dapat diasosiasikan pada infeksi virus corona covid-19. Akan tetapi, hal ini perlu juga diwaspadai.
Dilansir pada situs Liputan6, penelitian yang dirilis pada tangga 18 Maret 2020 dalam The American Journal of Gastroenterology mengungkapkan bahwa sekitar 200 pasien terinfeksi virus corona covid-19 di tiga rumah sakit Wuhan, China, 50 persen di antaranya menunjukkan gejala masalah pencernaan. Sementara itu, 18 persen lainnya melaporkan terjadi gejala diare, muntah, dan sakit perut pada pasien dengan riwayat penyakit berat.
Namun, penelitian juga mengungkapkan bahwa tidak semua gejala diare dapat diasosiasikan pada infeksi virus corona covid-19. Akan tetapi, hal ini perlu juga diwaspadai.
Dilansir pada situs Liputan6, penelitian yang dirilis pada tangga 18 Maret 2020 dalam The American Journal of Gastroenterology mengungkapkan bahwa sekitar 200 pasien terinfeksi virus corona covid-19 di tiga rumah sakit Wuhan, China, 50 persen di antaranya menunjukkan gejala masalah pencernaan. Sementara itu, 18 persen lainnya melaporkan terjadi gejala diare, muntah, dan sakit perut pada pasien dengan riwayat penyakit berat.
4 dari 5 halama
4. Gangguan Pencernaan
Penelitian
yang dilakukan di Rumah Sakit Union, Tongji Medical College di Wuhan
terhadap pasien yang terinfeksi virus corona dengan riwayat penyakit
ringan menunjukkan bahwa 20 persen mengalami diare pada awal gejala dan
58 persen mengalami diare.
Dalam penelitian tersebut menyebutkan bahwa diare yang dialami pasien berlangsung dalam kurun waktu satu hingga 14 hari dengan rata-rata sebanyak lima hari.
Sementara itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sepertiga pasien yang mengalami gejala pencernaan ini tidak memiliki demam sebagai gejala terinfeksi COVID-19.
Dalam penelitian tersebut menyebutkan bahwa diare yang dialami pasien berlangsung dalam kurun waktu satu hingga 14 hari dengan rata-rata sebanyak lima hari.
Sementara itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sepertiga pasien yang mengalami gejala pencernaan ini tidak memiliki demam sebagai gejala terinfeksi COVID-19.
5 dari 5 halaman
5. Gangguan Pernapasan
Penelitian
lebih lanjut menyatakan bahwa pasien dengan gejala gangguan pencernaan
cenderung lebih lambat untuk mencari pertolongan medis daripada pasien
yang memiliki gejala gangguan pernapasan.
Pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona dengan gejala gangguan pencernaan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membuang virus corona covid-19 dari tubuh mereka yakni rata-rata 41 hari.
Akibatnya, orang yang memiliki gejala gangguan pencernaan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk memiliki virus corona baru yang terdeteksi dalam tinja. Berkisar pada angka 73 persen, angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan orang yang hanya memiliki gejala gangguan pernapasan.
Dalam hal ini, peneliti menekankan bahwa terdapat data yang menunjukkan namun tidak mengonfirmasi bahwa virus corona covid-19 dapat menginfeksi sistem pencernaan pada orang yang terinfeksi.
Maka, seseorang yang memiliki gejala gangguan pencernaan dapat dicurigai terinfeksi virus corona covid-19 setelah terjadi kontak dengan pasien positif infeksi virus.
Sementara itu, penelitian tersebut merekomendasikan agar dilakukannya tes dengan menggunakan sampel pernapasan dan tinja untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh manusia.
Pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona dengan gejala gangguan pencernaan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membuang virus corona covid-19 dari tubuh mereka yakni rata-rata 41 hari.
Akibatnya, orang yang memiliki gejala gangguan pencernaan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk memiliki virus corona baru yang terdeteksi dalam tinja. Berkisar pada angka 73 persen, angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan orang yang hanya memiliki gejala gangguan pernapasan.
Dalam hal ini, peneliti menekankan bahwa terdapat data yang menunjukkan namun tidak mengonfirmasi bahwa virus corona covid-19 dapat menginfeksi sistem pencernaan pada orang yang terinfeksi.
Maka, seseorang yang memiliki gejala gangguan pencernaan dapat dicurigai terinfeksi virus corona covid-19 setelah terjadi kontak dengan pasien positif infeksi virus.
Sementara itu, penelitian tersebut merekomendasikan agar dilakukannya tes dengan menggunakan sampel pernapasan dan tinja untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh manusia.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3089111/original/059276000_1585566203-467179-PFX8MC-198.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3050101/original/057275500_1581652260-20200214-Pasien-Virus-Corona-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3084605/original/037562900_1585041437-3-penyakit-yang-ditandai-dengan-sakit-perut-bagian-bawah-halodoc.jpg)





